Konsolidasi Nasional Bhinneka Tunggal Ika II adalah sebuah ruang untuk konsolidasi bagi masyarakat jaringan kerja Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) se-Indonesia yang diselenggarakan oleh ANBTI bekerjasama dengan Perkumpulan Bhinneka Tunggal Ika (PBTI) di Jakarta, 25- 31 Oktober 2010.

Konsolidasi Nasional Bhinneka Tunggal Ika II terdiri dari 2 bentuk kegiatan yaitu konsolidasi itu sendiri sebagai kegiatan inti dan kegiatan penunjang dalam bentuk beberapa lomba, pameran, panggung dan pawai budaya dengan tema "Indonesia Penuh Warna".

Hal ini sungguh dirasakan penting sebagai sarana publik untuk lebih memahami bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan budaya paling beragam di dunia. Keberagaman Indonesia ini dipertegas dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi satu.

Namun pengalaman hidup bersama dalam upaya penerapan prinsip Bhinneka Tunggal Ika sebagai salah satu bangunan dasar berbangsa dan bernegara ternyata penuh tantangan. Salah satunya ketika berbagai ide penyeragaman mulai mempengaruhi dalam relasi anak bangsa, maka Bhinneka Tunggal Ika masih sekadar slogan formal, belum optimal menjadi ruh bangsa dan pemerintah Indonesia.

Tantangan ini semakin besar dalam arus globalisasi saat ini, yang hadir dengan wajah ganda. Di satu sisi globalisasi dapat menghubungkan dengan cepat orang-orang dari seluruh penjuru dunia dalam satu pergaulan yang disebut “komunitas global” (Global Community), di sisi lain, globalisasi justru mulai mempertajam identitas masing-masing manusia dengan ciri khas etnik, agama, ideology dan gaya hidup dalam kebersamaan global yang justru mengedepankan persaingan pasar dan modal.

Untuk itu, rangkaian kegiatan ini penting sekali diselenggarakan untuk membuat konsolidasi masyarakat sipil se-Indonesia yang berasal dari lintas daerah, iman, profesi dan sektor untuk mempertahankan Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika serta upaya untuk mewujudkan kehidupan bernegara dan berbangsa yang sesuai dengan Konstitusi, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Link:
www.anbti.org
www.facebook.com/anbti
www.twitter.com/anbti

 

Kita Peduli Keberagaman

Setelah launching iklan di Koran Kompas pada 3 Mei 2010 respons mengenai lomba berdatangan, selain promo yang dilakukan lewat iklan di media cetak bertaraf nasional, promo lomba juga disebarkan melalui poster dan pamflet yang disebar lewat jaringan ANBTI, seolah-sekolah, kampus-kampus, toko buku, milis, facebook, twitter dan beberapa situs. Promo penyebaran poster dikirim melalui pos untuk jaringan nasional, hingga Papua.  

Dari iklan yang telah disebarkan cukup banyak respons via sms yang bertanya lebih jauh perihal lomba, beberapa pertanyaan yang sering diajukan adalah seputar hal teknis pengiriman, kriteria naskah, gaya penulisan dll.

Naskah pertama yang datang melalui email, hingga satu bulan berlangsung naskah yang masuk kepanitia jauh dari yang ditargetkan. Bahkan nyaris pesimis jika lomba ini akan diminati banyak khalayak. Hal ini semula diprediksi karena tema yang diangkat dalam lomba tidak terlalu popular dan cenderung ‘berat’ bagi kalangan anak muda.

Namun prediksi yang selama ini dikhawatirkan tidak sepenuhnya benar, dan naskah yang masuk kepanitia jauh dari apa yang diperkirakan dalam tempo menjelang batas akhir penutupan penerimaan naskah. Naskah yang masuk akhirnya terkumpul 1.112 naskah dari seluruh pelosok negeri.

Dari naskah yang sudah dikumpulkan naskah diserahkan untuk tahap penyeleksian naskah awal dilakukan oleh Sigit Kurniawan, dan selanjutnya oleh para dewan juri dengan dua kali penyeleksian hingga akhirnya meloloskan 30 naskah terpilih terbaik. 20 naskah untuk kategori mahasiwa dan 10 naskah untuk kategori penulis. Yang selanjutnya akan diikut sertaan dalam workshop menulis di Yogyakarta.

Dari 20 naskah terpilih kategori mahasiswa terdapat satu naskah yang dikofirmasi bukan naskah atas nama data yang terkirim, dengan alasan tertentu naskah ini tetap diloloskan untuk mengikuti workshop. Dua naskah diganti dengan alasan penulisnya tidak bisa mengikuti workshop dikarenakan sakit, yang kemudian digantikan dengan naskah yang memperoleh penilaian juri dibawahnya. Sementara dari 10 naskah kategori pelajar, satu yang mengundurkan diri dikarenakan alasan tidak diberi ijin orang tua untuk mengikuti workshop di Yogyakarta.(Malya)